Sunat Untuk Bangsa yang Bersih

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sutarip Tulis Widodo berbaur dengan masyarakat yang menyaksikan arak-arakan sunatan massal di desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sutarip Tulis Widodo berbaur dengan masyarakat yang menyaksikan arak-arakan sunatan massal di desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang

Pemalang – Raut muka Ichsan berbinar-binar. Anakkelas tiga SD itu akhirnya berhasil mendapat pengakuan dari para tetangganya sebagai laki-laki sejati. Salah satu ukurannya, ia berani dan bisa sunat. Banyak halyang harus ia taklukkan, mulai dari mengumpulkan nyali, hingga faktor beaya yang tak memungkinkan sunatannya dirayakan.

Namun, kini Ichsan yang berasal dari Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang itu bisa sunat dengan disaksikan lebih dari dua ribu warga masyarakat.
“Saya tak membayangkan kalau sunatan saya akan semeriah ini. Bukan hanya saya,tapi juga dengan teman-teman lainnya,” kata Ichsan.

Adalah Ir Sutarip Tulis Widodo, anggota DPR RI dari komisi V yang mencoba mewujudkan keinginan Ichsan bersama 22 anak lainnya. Legislator dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan X yakni Kabupaten dan kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang itu tak sekedar membeayai sunatan massal, namun ia juga menggelar pesta perayaan untuk anak-anak yang kurang mampu itu.

“Ini kan hanya langkah kecil yang sebenarnya tidak bisa dibanggakan. Saya pikir semua orang bisa memberi kontribusi kepada masyarakat berupa apapun. Saya kebetulan saja menggelar sunatan massal karena memang di Banyumudal ini masih banyak anak-anak yang karena kesulitan ekonomi belum sunat, meski usia sudah mencukupi,”kata Tulis.

Menurutnya, sunat itu diwajibkan oleh agama agar menjadi bersih. Sehingga sunatan massal yang digelar ini bisa diapresiasi untuk mewujudkan bangsa yang bersih. bersih dari korupsi, bersih dari tindakan melanggar hukum, dan bersih dari niat jahat.

Sebelum disunat, anak-anak itu diarak laksana pawai dengan menunggang kuda, diiringi tetabuhan bermacam-macam. Prosesi inilah yang mampu menarik minat masyarakat di Banyumudal. Sutarip Tulis Widodo menuturkan, bahwa tidak ada salahnya sebagai wakilrakyat untuk bertindak filantropis.

“Tugas sebagai legislator tetap kami lakukan, namun diluar persoalan-persoalan administrasi kenegaraan, saya kira masih banyak persoalan yang harus ditangani. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, sangat sulit. Kita harus ikut menjaga kepercayaan masyarakat terhadaplembaga negara. Salah satunya, memberi solusi praktis atas permasalahan mereka. Tak hanya memberi advokasi yang sifatnya sistemik, jadi seimbang,” katanya.

Kegiatan Ir Sutarip Tulis Widodo ini bisa berhasil karena didasari niatan tulus untuk membantu masyarakat.

“Bagi saya tak ada hubungannya dengan menaikkan elektabilitas saya. Kalau saya bekerja sesuai dengan harapan masyarakat, toh nanti masyarakat yang akan menilai,” tambahnya.

Ayo……….siapa menyusul? (*****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *